Media sosial dan humor yang rendah
Tak bisa dipungkiri lagi untuk zaman sekarang media sosial sudah merambah ruah, menjadi lifestyle, hampir semua orang mempunyai akun medsos, dari mulai anak-anak, kaula muda, dan orang tua, seakan hidup ini rasanya tak lengkap jika tak mempunyai akun media sosial
Namun, seperti pisau bermata dua, media sosial bisa menjadi media yang bermanfaat atau menjadi media yang kurang bermanfaat, tergantung tangan siapa yang membukanya, entah itu bisa menjadi media untuk pamer, media untuk modus, mmedia untuk kejahatan, dan lain-lain.
Namun ditangan orang yang memanfaatkan media sosialnya, itu bisa menjadi media untuk mencari ilmu, mencari berita, menjalin silaturahmi, dan media komunikasi
Hampir semua hal bisa dicari diinternet, entah itu hal yang terlarang, atau hal yang bermanfaat, terutama di Media Sosial, dimulai dari kontent lucu, kontent sejarah, kontent politik dan masih banyak lagi
Bicara soal Kontent Lucu di medsos, akhir-akhir ini beredar video seorang bocah yang mungkin kita kenal, didalam video itu dalam keadaan yang sehabis hujan dia terlihat seperti kesulitan berjalan saat menyebrang dikarenakan kondisi jalanan yang licin alhasil dia pun tikosewad lalu menabrak bagian belakang angkot hingga tersebar di medsos dan akhirnya viral
Tak salah sih jika kita melihatnya lalu ketawa, yang salah adalah jika kita melihat itu tertawa lalu membagikannya/menyebarluaskannya kepada dunia entah itu lewat story, status, atau media lainnya, bahkan lebih salah lagi jika kita mengeditnya terlebih dahulu agar semakin menambah kelucuannya lalu mempublikasikan
"loh kok salahnya dimana sih?? kan gua cuma bencada, humor bro, humor... kolot banget sih lu, ga ngerti meme ya?? halahhh palingan video yang begituan juga seminggu udah pada lupa lagi, Katro lu ah!!!!"
Jika anda berpikiran demikian, mari merenung sebentar, memang betul, paling lama video viral seperti itu hanya akan bertahan seminggu kurang lebih, tapi, bisa tau apa yang dirasain si anak itu ketika video nya viral?? saya yakin, dia sendiri ga bakalan ngelupain hanya dalam waktu semingguan doang bro, syukur-syukur anak itu punya mental yang kuat, lah jika mentalnya lemah?? jika dia ngerasa insecure?? dia minder gimana??
"Yaelah bro, lagian udah tanggung viral, ikhlasin aja, paling cuma dibuat lucu-lucuan sama dia nya juga, jangan baperan deh"
Ga, disini saya tak bermaksud untuk baper, tapi hanya berusaha memberitahu skenario yang terburuk yang mungkin bakalan kejadian, jangan sampe deh
Pernah dengar kasus korban bullying hingga meninggal bunuh diri??, yang awalnya video tentang hal bodoh nya viral?? itu juga berasal dari hal yang awalnya dianggap humor, dianggap lucu-lucuan, lihat apa yang terjadi setelahnya?? dia kena bullyan verbal lalu tak lama kemudian dia mendapatkan bullyan fisik, hingga membuat dia putus asa menjalani hidup
Merenung lah sebentar akan semua hal itu, mungkin hanya tombol share untuk lucu-lucuan, tapi jika hal diatas terjadi, niscaya anda telah mendzhalimi orang lain melampaui batas
Meminta maaflah, jika memang dia yang viral/terbully maka dukunglah dia dengan dukungan moral, hidup ini bukan hanya tentang lucu-lucuan, hal lucu bisa ditempatkan di koridor yang lebih baik, tapi jika humormu mempunyai selera diatas penderitaan orang lain, Humormu Sangat Rendah!!
Namun, seperti pisau bermata dua, media sosial bisa menjadi media yang bermanfaat atau menjadi media yang kurang bermanfaat, tergantung tangan siapa yang membukanya, entah itu bisa menjadi media untuk pamer, media untuk modus, mmedia untuk kejahatan, dan lain-lain.
Namun ditangan orang yang memanfaatkan media sosialnya, itu bisa menjadi media untuk mencari ilmu, mencari berita, menjalin silaturahmi, dan media komunikasi
Hampir semua hal bisa dicari diinternet, entah itu hal yang terlarang, atau hal yang bermanfaat, terutama di Media Sosial, dimulai dari kontent lucu, kontent sejarah, kontent politik dan masih banyak lagi
Bicara soal Kontent Lucu di medsos, akhir-akhir ini beredar video seorang bocah yang mungkin kita kenal, didalam video itu dalam keadaan yang sehabis hujan dia terlihat seperti kesulitan berjalan saat menyebrang dikarenakan kondisi jalanan yang licin alhasil dia pun tikosewad lalu menabrak bagian belakang angkot hingga tersebar di medsos dan akhirnya viral
Tak salah sih jika kita melihatnya lalu ketawa, yang salah adalah jika kita melihat itu tertawa lalu membagikannya/menyebarluaskannya kepada dunia entah itu lewat story, status, atau media lainnya, bahkan lebih salah lagi jika kita mengeditnya terlebih dahulu agar semakin menambah kelucuannya lalu mempublikasikan
"loh kok salahnya dimana sih?? kan gua cuma bencada, humor bro, humor... kolot banget sih lu, ga ngerti meme ya?? halahhh palingan video yang begituan juga seminggu udah pada lupa lagi, Katro lu ah!!!!"
Jika anda berpikiran demikian, mari merenung sebentar, memang betul, paling lama video viral seperti itu hanya akan bertahan seminggu kurang lebih, tapi, bisa tau apa yang dirasain si anak itu ketika video nya viral?? saya yakin, dia sendiri ga bakalan ngelupain hanya dalam waktu semingguan doang bro, syukur-syukur anak itu punya mental yang kuat, lah jika mentalnya lemah?? jika dia ngerasa insecure?? dia minder gimana??
"Yaelah bro, lagian udah tanggung viral, ikhlasin aja, paling cuma dibuat lucu-lucuan sama dia nya juga, jangan baperan deh"
Ga, disini saya tak bermaksud untuk baper, tapi hanya berusaha memberitahu skenario yang terburuk yang mungkin bakalan kejadian, jangan sampe deh
Pernah dengar kasus korban bullying hingga meninggal bunuh diri??, yang awalnya video tentang hal bodoh nya viral?? itu juga berasal dari hal yang awalnya dianggap humor, dianggap lucu-lucuan, lihat apa yang terjadi setelahnya?? dia kena bullyan verbal lalu tak lama kemudian dia mendapatkan bullyan fisik, hingga membuat dia putus asa menjalani hidup
Merenung lah sebentar akan semua hal itu, mungkin hanya tombol share untuk lucu-lucuan, tapi jika hal diatas terjadi, niscaya anda telah mendzhalimi orang lain melampaui batas
Meminta maaflah, jika memang dia yang viral/terbully maka dukunglah dia dengan dukungan moral, hidup ini bukan hanya tentang lucu-lucuan, hal lucu bisa ditempatkan di koridor yang lebih baik, tapi jika humormu mempunyai selera diatas penderitaan orang lain, Humormu Sangat Rendah!!
Posting Komentar untuk "Media sosial dan humor yang rendah"
Posting Komentar