Belajar meyukai sesuatu
Belajar, adalah suatu pekerjaan yang proses nya sulit-sulit mudah atau kadang mudah-mudah sulit, tergantung cara pandang dan ketertarikan kita tentang apa yang sedang kita pelajari, jika pelajaran itu yang kita sukai sepenuh hati maka tentulah kita akan selalu menikmati setiap proses pembelajaran itu, namun bagaimana dengan pelajaran yang sama sekali tak kita sukai??? tentu kita akan selalu merasa sia-sia saat belajar, seakan semua yang kita pelajari membosankan dan merasa ini tak akan berguna dimasa depan
Benarhkah demikian?? tentu saja, mimin juga ngalamin kok hehe, tapi yang harus kita pahami bukan tentang rasa suka atau tak suka dalam hal tersebut, ini semua melampaui batas antara suka atau tak suka, boleh jadi, yang kita sukai sekarang tak selalu berguna untuk kita dimasa depan, boleh jadi yang tak kita sukai sekarang akan berguna kelak
Boleh jadi, ilmu yang tak kita sukai bisa bermanfaat bagi orang sekitar bahkan bagi dirimu kelak, lantas bagaimana cara kita belajar ilmu yang tak kita sukai?? caranya adalah, belajarlah untuk menyukai, belajar lah untuk belajar, terdengar aneh kan?? tapi ini ampuh :)
Menyenangkan bukan main menikmati setiap detik waktu yang kita lewati dengan sepenuh hati, terutama dalam hal belajar, kita mencari berkah dalam setiap ilmu yang kita dapat bukan hanya mencari kertas ijazah yang hanya ada tulisan namamu didalamnya
Selain itu, belajar juga bisa menjadi media untuk kita beribadah, kok bisa? karena 'innamal A'malu Binniyat' ( Setiap amalan tergantung niatnya ), contohnya jika kita meniatkan belajar untuk mencari ridha Allah, mencari setiap berkahnya, terlebih kita mempunyai cita jika sudah mendapatkan ilmunya itu untuk kebaikan kita, keluarga dan bahkan untuk umat
Mendebarkan ya, jika mempunyai niat seperti itu, melewati batas antara suka dan tidak suka dari ilmu yang kita pelajari, berusaha mencari setiap keberkahannya, nikmat disetiap aliran waktu belajarnya, mendebarkan dalam citanya
Tapi hati-hati, ingat, manusia itu memiliki hawa nafsu, kadang kita yang baru belajar sedikit sekali, tapi sudah merasa selalu lebih baik dihadapan orang lain, kok bisa?? jawabannya karena kita masih kurang belajar, makin bingung?? nah itu artinya anda sedang memakai otak anda hehe
Kita merasa lebih berpengetahuan daripada orang lain, karena kita belum mengetahui ada banyak sekali orang-orang yang lebih hebat daripada kita, kitanya saja yang baru memiliki sedikit ilmu dan sempit wawasan
Kita lihat kembali pada sejarah, contohnya imam Syafi'i beliau hafal seluruh quran di umur 7 tahun, beliau hafal seluruh kitab Al-Muwatta' diumur 12 tahun, beliau cerdas luar biasa, beliau juga hafal beribu-ribu syair arab, dan beliau adalah pendiri madzhab syafi'i
Asiyah radhiyallahu anha beliau juga memiliki otak yang sangat cerdas, dia adalah penghafal hadits terbanyak dikalangan shahabiyyah ( sahabat-sahabat nabi dari kalangan perempuan), beliau kurang lebih meriwayatkan '2210' hadits dari rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Mungkin dua contoh sudahlah cukup dari kalangan sejarah, namun demikian, masihlah banyak lagi mereka yang memiliki kecerdasan luar biasa
Ingatlah diatas yang mengetahui akan selalu ada yang lebih mengetahui, kitanya saja yang terkadang mengedepankan nafsu hingga menutup jalan ilmu yang belum kita ketahui
Kadang ada orang yang sekolahnya tinggi, gelarnya sangat panjang, tapi diakhir mereka malah menipu rakyat, dengan cara jual beli jabatan, korupsi, mengambil hak-hak rakyatnya, sedikit menjalankan tugasnya, seakan ilmu yang mereka pelajari hanya untuk mencari kekayaan
Itu adalah kesalahan, itulah yang namanya ilmu namun tak ada keberkahan didalamnya, didalamnya hanya ada nafsu kita yang tertumpuk, yang hanya berlandaskan bisikan setan, padahal sangat jelas sekali antara jalan yang baik dan jalan yang buruk
Teruslah belajar, dari tak mengetahui agar mengetahui, sampai jelas antara jalan kebenaran dan jalan kebathilan, entah itu dalam hal akademik ataupun dalam kehidupan, dan teruslah belajar untuk belajar sembari mengamalkan itu semua, belajarlah untuk menyukai sesuatu yang kita jenuh menjalaninya, teruslah cari berkahnya, terus cari ridhaNya
Benarhkah demikian?? tentu saja, mimin juga ngalamin kok hehe, tapi yang harus kita pahami bukan tentang rasa suka atau tak suka dalam hal tersebut, ini semua melampaui batas antara suka atau tak suka, boleh jadi, yang kita sukai sekarang tak selalu berguna untuk kita dimasa depan, boleh jadi yang tak kita sukai sekarang akan berguna kelak
Boleh jadi, ilmu yang tak kita sukai bisa bermanfaat bagi orang sekitar bahkan bagi dirimu kelak, lantas bagaimana cara kita belajar ilmu yang tak kita sukai?? caranya adalah, belajarlah untuk menyukai, belajar lah untuk belajar, terdengar aneh kan?? tapi ini ampuh :)
Menyenangkan bukan main menikmati setiap detik waktu yang kita lewati dengan sepenuh hati, terutama dalam hal belajar, kita mencari berkah dalam setiap ilmu yang kita dapat bukan hanya mencari kertas ijazah yang hanya ada tulisan namamu didalamnya
Selain itu, belajar juga bisa menjadi media untuk kita beribadah, kok bisa? karena 'innamal A'malu Binniyat' ( Setiap amalan tergantung niatnya ), contohnya jika kita meniatkan belajar untuk mencari ridha Allah, mencari setiap berkahnya, terlebih kita mempunyai cita jika sudah mendapatkan ilmunya itu untuk kebaikan kita, keluarga dan bahkan untuk umat
Mendebarkan ya, jika mempunyai niat seperti itu, melewati batas antara suka dan tidak suka dari ilmu yang kita pelajari, berusaha mencari setiap keberkahannya, nikmat disetiap aliran waktu belajarnya, mendebarkan dalam citanya
Tapi hati-hati, ingat, manusia itu memiliki hawa nafsu, kadang kita yang baru belajar sedikit sekali, tapi sudah merasa selalu lebih baik dihadapan orang lain, kok bisa?? jawabannya karena kita masih kurang belajar, makin bingung?? nah itu artinya anda sedang memakai otak anda hehe
Kita merasa lebih berpengetahuan daripada orang lain, karena kita belum mengetahui ada banyak sekali orang-orang yang lebih hebat daripada kita, kitanya saja yang baru memiliki sedikit ilmu dan sempit wawasan
Kita lihat kembali pada sejarah, contohnya imam Syafi'i beliau hafal seluruh quran di umur 7 tahun, beliau hafal seluruh kitab Al-Muwatta' diumur 12 tahun, beliau cerdas luar biasa, beliau juga hafal beribu-ribu syair arab, dan beliau adalah pendiri madzhab syafi'i
Asiyah radhiyallahu anha beliau juga memiliki otak yang sangat cerdas, dia adalah penghafal hadits terbanyak dikalangan shahabiyyah ( sahabat-sahabat nabi dari kalangan perempuan), beliau kurang lebih meriwayatkan '2210' hadits dari rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Mungkin dua contoh sudahlah cukup dari kalangan sejarah, namun demikian, masihlah banyak lagi mereka yang memiliki kecerdasan luar biasa
Ingatlah diatas yang mengetahui akan selalu ada yang lebih mengetahui, kitanya saja yang terkadang mengedepankan nafsu hingga menutup jalan ilmu yang belum kita ketahui
Kadang ada orang yang sekolahnya tinggi, gelarnya sangat panjang, tapi diakhir mereka malah menipu rakyat, dengan cara jual beli jabatan, korupsi, mengambil hak-hak rakyatnya, sedikit menjalankan tugasnya, seakan ilmu yang mereka pelajari hanya untuk mencari kekayaan
Itu adalah kesalahan, itulah yang namanya ilmu namun tak ada keberkahan didalamnya, didalamnya hanya ada nafsu kita yang tertumpuk, yang hanya berlandaskan bisikan setan, padahal sangat jelas sekali antara jalan yang baik dan jalan yang buruk
Teruslah belajar, dari tak mengetahui agar mengetahui, sampai jelas antara jalan kebenaran dan jalan kebathilan, entah itu dalam hal akademik ataupun dalam kehidupan, dan teruslah belajar untuk belajar sembari mengamalkan itu semua, belajarlah untuk menyukai sesuatu yang kita jenuh menjalaninya, teruslah cari berkahnya, terus cari ridhaNya
Posting Komentar untuk "Belajar meyukai sesuatu"
Posting Komentar