Ketika kita merasa masalah seakan tak ada habisnya
Setiap orang pasti memiliki masalahnya sendiri, kita selalu berperan dalam masalah kita masing-masing, entah itu masalah tentang keluarga, ekonomi, percintaan, masa depan, dll, yang pasti yang namanya masalah itu, tak pernah ada yang mengenakan di hati, tak pernah mengenakan di rasa, selalu menjadi beban pikiran, kadang menjadi akar dari sebuah tangisan
Terkadang kita berpikir, bahwa masalah yang menghampiri kita seakan deras tak ada habisnya, seakan beban yang kita tanggung adalah dunia dan seisinya, tak berdaya, masalah kian memuncak, kita seakan merasa menjadi orang yang paling menderita di dunia, semuanya menjadi klise, tak ada lagi gairah dalam melakukan sesuatu
Tapi, pantaskah kita merasa demikian disaat anak-anak palestina lebih menderita, disaat muslim-muslim uyghur direnggut kebebasannya, disaat anak-anak syria dibombardir hampir setiap harinya, mereka kehilangan keluarga, sahabat, saudara, dan orang-orang yang dicintainya
Jangan jauh-jauh ke luar negeri dulu deh, kita lihat disekitaran kita, banyak anak-anak jalanan yang setiap hari mencari sesuap nasi hanya untuk bertahan hidup, tidur dipinggir jalan, kolong jembatan dll, lihat teman kita, tak semuanya beruntung, ada yang putus sekolah karena ekonomi, ada yang dari orok sudah tak punya kedua orang tua, ada yang sekolah sambil jualan, dll
Jika dibandingkan dengan masalah mereka, masalah yang kita tanggung belum seberapa, maka dari itulah penting untuk sesekali melihat kebawah jangan mudah terpesona dengan keindahan hidup seseorang yang berada diatas kita
Jika dibandingkan lebih lanjut, kita harusnya mempunyai kesadaran lebih untuk mensyukuri apa yang kita miliki, namun aku rasa itu akan terasa sangat sulit jika kita selalu melihat keatas, tak sedikitpun ada rasa untuk melihat kebawah
Bagaimana mau melihat kebawah sedangkan , kita selalu berkumpul dengan orang-orang yang hanya akan meninggikan hati kita, kita habiskan waktu kita di cafe atau ditongkrongan yang tak ada manfaatnya, bincang ini bincang itu, tentang kesenangan, hiburan dan liburan yang tak ada habisnya, memikirkan content untuk akun medsos, memikirkan tempat liburan selanjutnya dan kesenangan-kesenangan lainnya
Itu hanya akan meninggikan hatimu, merasa hidup mu lebih buruk dari mereka, tapi nyatanya... tak seperti itu, mungkin hidup mereka yang terlihat senang, maksiat sana maksiat situ tapi rezekinya masih tetap lancar, mempunyai banyak teman, selalu mengisi akhir pekannya dengan liburan, hati-hati barangkali itulah Istidraj
Jangan seperti itu, anda hanya akan membuang waktu anda, cobalah sesekali ikuti program penggalangan dana untuk kaum dhuafa, membuat acara bagi-bagi makanan untuk anak jalanan, mengikuti organisasi kemanusiaan, barangkali itu yang akan mengetuk hati kita agar lebih lunak, agar hati kita lebih hidup sehidup-hidupnya dan menyadari 'oh... ini toh ada yang lebih buruk masalahnya dari ku', mungkin ini akan sedikit mengurangi beban dari masalah yang sedang kita hadapi
Aku tahu kok, kita menanggung bebannya masing-masing, meski masalah setiap orang berbeda-beda, namun ada satu kesamaan dari diri kita, sama-sama punya tempat kembali yang sama, kepada Allah, kita bisa mencurahkan semua rasa, luka, asa dan cita kepadaNya, mungkin banyak dari kita lebih tertarik untuk curhat kepada manusia, tapi itu semua hanya akan memberi ketenangan pada kita untuk sementara, selebihnya hanya akan timbul sebuah masalah yang baru, beda saat kita mengadukan semua keluh kesah kita kepada Allah, itu akan menghidupkan dan melapangkan hati dan Ia akan menyelesaikan masalahmu dengan cara yang menakjubkan
Untuk kamu yang selalu merasa mempunyai masalah menggunung, kamu kuat kok, buktinya?? kamu sudah bertahan hingga sampai saat ini, kamu melalui hari-harimu dengan hebat, entah itu masalahmu yang lalu atau masalah yang sedang kamu hadapi aku harap setiap inci dari rasa sakitnya menjadi obat dan pelajaran bagimu dimasa depan, kadang kamu menangis mengingatnya dan saat menghadapi masalahnya, tapi usahkan menangislah dalam setiap sujudmu dalam setiap rintihan do'a mu, barangkali tangisan itulah yang akan menguras hati kita untuk sedikit lebih lapang, sedikit lebih lega, menegarkan kita dan yakinlah masalah kita itu kecil jika dibandingkan dengan Allah yang maha besar :))
Terkadang kita berpikir, bahwa masalah yang menghampiri kita seakan deras tak ada habisnya, seakan beban yang kita tanggung adalah dunia dan seisinya, tak berdaya, masalah kian memuncak, kita seakan merasa menjadi orang yang paling menderita di dunia, semuanya menjadi klise, tak ada lagi gairah dalam melakukan sesuatu
Tapi, pantaskah kita merasa demikian disaat anak-anak palestina lebih menderita, disaat muslim-muslim uyghur direnggut kebebasannya, disaat anak-anak syria dibombardir hampir setiap harinya, mereka kehilangan keluarga, sahabat, saudara, dan orang-orang yang dicintainya
Jangan jauh-jauh ke luar negeri dulu deh, kita lihat disekitaran kita, banyak anak-anak jalanan yang setiap hari mencari sesuap nasi hanya untuk bertahan hidup, tidur dipinggir jalan, kolong jembatan dll, lihat teman kita, tak semuanya beruntung, ada yang putus sekolah karena ekonomi, ada yang dari orok sudah tak punya kedua orang tua, ada yang sekolah sambil jualan, dll
Jika dibandingkan dengan masalah mereka, masalah yang kita tanggung belum seberapa, maka dari itulah penting untuk sesekali melihat kebawah jangan mudah terpesona dengan keindahan hidup seseorang yang berada diatas kita
Jika dibandingkan lebih lanjut, kita harusnya mempunyai kesadaran lebih untuk mensyukuri apa yang kita miliki, namun aku rasa itu akan terasa sangat sulit jika kita selalu melihat keatas, tak sedikitpun ada rasa untuk melihat kebawah
Bagaimana mau melihat kebawah sedangkan , kita selalu berkumpul dengan orang-orang yang hanya akan meninggikan hati kita, kita habiskan waktu kita di cafe atau ditongkrongan yang tak ada manfaatnya, bincang ini bincang itu, tentang kesenangan, hiburan dan liburan yang tak ada habisnya, memikirkan content untuk akun medsos, memikirkan tempat liburan selanjutnya dan kesenangan-kesenangan lainnya
Itu hanya akan meninggikan hatimu, merasa hidup mu lebih buruk dari mereka, tapi nyatanya... tak seperti itu, mungkin hidup mereka yang terlihat senang, maksiat sana maksiat situ tapi rezekinya masih tetap lancar, mempunyai banyak teman, selalu mengisi akhir pekannya dengan liburan, hati-hati barangkali itulah Istidraj
Jangan seperti itu, anda hanya akan membuang waktu anda, cobalah sesekali ikuti program penggalangan dana untuk kaum dhuafa, membuat acara bagi-bagi makanan untuk anak jalanan, mengikuti organisasi kemanusiaan, barangkali itu yang akan mengetuk hati kita agar lebih lunak, agar hati kita lebih hidup sehidup-hidupnya dan menyadari 'oh... ini toh ada yang lebih buruk masalahnya dari ku', mungkin ini akan sedikit mengurangi beban dari masalah yang sedang kita hadapi
Aku tahu kok, kita menanggung bebannya masing-masing, meski masalah setiap orang berbeda-beda, namun ada satu kesamaan dari diri kita, sama-sama punya tempat kembali yang sama, kepada Allah, kita bisa mencurahkan semua rasa, luka, asa dan cita kepadaNya, mungkin banyak dari kita lebih tertarik untuk curhat kepada manusia, tapi itu semua hanya akan memberi ketenangan pada kita untuk sementara, selebihnya hanya akan timbul sebuah masalah yang baru, beda saat kita mengadukan semua keluh kesah kita kepada Allah, itu akan menghidupkan dan melapangkan hati dan Ia akan menyelesaikan masalahmu dengan cara yang menakjubkan
Untuk kamu yang selalu merasa mempunyai masalah menggunung, kamu kuat kok, buktinya?? kamu sudah bertahan hingga sampai saat ini, kamu melalui hari-harimu dengan hebat, entah itu masalahmu yang lalu atau masalah yang sedang kamu hadapi aku harap setiap inci dari rasa sakitnya menjadi obat dan pelajaran bagimu dimasa depan, kadang kamu menangis mengingatnya dan saat menghadapi masalahnya, tapi usahkan menangislah dalam setiap sujudmu dalam setiap rintihan do'a mu, barangkali tangisan itulah yang akan menguras hati kita untuk sedikit lebih lapang, sedikit lebih lega, menegarkan kita dan yakinlah masalah kita itu kecil jika dibandingkan dengan Allah yang maha besar :))
Posting Komentar untuk "Ketika kita merasa masalah seakan tak ada habisnya"
Posting Komentar